Partai yang amanah

08.45

Kampanye tertutup sudah dimulai pada akhir Juli yang lalu. Dari kesempatan yang ada ini para partai politik mulai menyampaikan jurus ampuhnya untuk menarik massa. Namun apakah jurus tersebut itu ampuh, pembuktiannya hanya pada saat hari pembuktian. Ada beberapa partai baru yang ikut menyemarakkan hajatan besar nasional ini, yang paling santer terdengar adalah Hanura dan Gerindra. Keduanya mengusung tokoh militer, Wiranto dan Prabowo Subianto. Yang aneh adalah kedua partai ini, terutama Gerindra terlihat sangat jor-joran dalam berkampanye. Lihat saja di TV, saat memasuki prime time, iklan Gerindra begitu banyak muncul di berbagai stasiun TV swasta. Yang pasti nominalnya sampai ratusan milyar. Lihat saja seorang Soetrisno Bachir yang menggelontorkan uang 300 milyar hanya untuk iklan dirinya sampai pada April 2009. darimana uang itu semua? Hal ini patut kita curigai, karena partai kecil, bila di logika belum mampu mendapatkan pos-pos pendanaan yang begitu besar, klo partai seperti Golkar jelas dengan gampangnya menguras uang negara untuk kepentingan dana operasional partai, itu tak bisa dipungkiri, lalu partai seperti Gerindra yang mengaku basisnya para pejuang tani dan para buruh tani mampu mendapatkan dana yang sangat besar dari siapa dan dari mana?
Mungkinkah kekuatan asing mulai bermaian, atau berusaha menghancurkan Indonesia///?
Akan ada begitu banyak sangkaan yang muncul ke depan, namun dalam massa yang semrawut ini , masih ada partai yang oleh banyak pengamat disebut partai yang paling unik dan konsekuaen pada jalannya, yaitu PKS. Sudah sangat banyak pengamat politik yang memberikan apresiasi tersendiri pada partai dakwah ini.
PKS yang awalnya bernama PK ( Partai Keadilan) sebenarnya telah mempunyai embrio yang sangat kuat sejak era 80-an, dimana kala itu sedang marak gerakan tarbiyah di kota-kota besar. Gerakan ini banyak berkembang di kampus2 Universitas Negeri yang terkenal. Gerakan tarbiyah ini pula yang memperjuangkan pemakaian jilbab untuk sekolah dan kuliah. Memang banyak kalangan yang bersimpati pada gerakan ini. Tarbiyah bukan sebuah organisasi layaknya NU atau Muhammadiyah, namun lebih pada gerakan yang berjuang di jalan islam, dengan mengedepankan syariat islam. Gerakan di masjid2 kampus ini akhirnya berkembang menuju siasi atau politik, dimana dibentuklah Partai Keadilan (PK) pada tahun 1998 dan bertransformasi menjadi PKS pada tahun 2002.
Dalam perjalanannya partai ini banyak mengalami rintangan, namun tetap mendapat simpati pubilk. hal ini terbukti dari perolehan suara pada pemilu 2004 sebesar 7,32 %, jauh dari perolehan tahun 1999 sebesar 1,7 %. Diprediksi banyak pengamat politik, bahwa perolehan suara PKS pada 2009 setidaknya mampu menembus angka 20 %, namun tidak sedikit pula yang meragukan kemampuan partai ini.
Mampu tidaknya PKS meraup 20 % pada 2009 tergantung pada publik yang menilai kinerja partai dakwah ini. Melihat usaha dari partai dakwah ini rasanya 20 % bukan hal yang mustahil, bahkan dalam jangka panjang PKS mentargetkan suara 60 % dalam pemilu-pemilu yang akan datang, mampukah PKS menyelatkan Indonesia dari keterpurukan, kita nantikan saja.

You Might Also Like

1 comments

  1. Kata orang politik itu mahal.Barang yang bagus kalo iklannya nggak bagus kemungkinan besar akan tidak laku jadi ya wajar lah kalau partai2 itu pada jor-joran mengampanyekan diri
    kalo masalah partai Keadilan Sejahtera yang menurut antum akan mampu menyelamatkan bangsa "ini" dari keterpurukan,menurutku sih mau partainya apa saja tergantung orang yang menggerakan partai itu bagaimana.Walaupun seorang Golkar sejati kalo emang orangnya itu amanah saya yakin dia mampu memperbaiki kondisi bangsa jadi saran saya jangan melihat sesuatu dari bajunya saja mulailah melihat dengan mata hati....semoga para mujahid yang ada di PKS masih mampu berjuang di jalan dakwah tidak goyah oleh dinar.......Semangat IBNU

    BalasHapus

Follow My Twitter

Flickr Images