BERILMU SEBELUM BERAMAL (Sebuah Kontemplasi Panjang Tentang Hakekat Perjuangan)

15.03


Hmmmm...dewasa ini kita diombang ambingkan oleh situasi yg serba absurd dan penuh rekayasa. Orang yg HANYA punya kesolehan individu belum tentu bisa membedakan mana yg benar dan harus dibela dan diperjuangkan. Tulisan ini adalah bentuk keresahanku sebagai generasi muda yg melihat banyak teman sejawatnya terjebak dgn justifikasi KOSONG.

Tulisan ini terlecut melihat beberapa kawan seperjuangan yg sebenarnya lebih lama dalam menjalani medan dakwah dan perjuangan ekstraparlementer. Menjadi seorang aktivis bukan semata dengan banyaknya datang serta ikut aksi turun ke jalan, ataupun semata mampu memenangkan sebuah kontestasi pemilihan di civitas masing-masing.Itu semua adalah bentuk tanggungjawab komplementer dalam sebuah pergerakan. Tapi ada sebuah hal primer dan menjadi sebuah keharusan untuk segera diamalkan secara progresif.

Sebagai sebuah jamaah yg tidak hanya mengurusi kesolehan diri sendiri dan orang lain, tentunya kita menyadari konsekuensi besar di depan yg menanti. Sebuah tantangan yg tidak hanya jelas2 menghadang kita di depan mata, tapi juga provokasi ataupun pemikiran yg bakal memecah belah barisan para pejuang ini. Salah satunya adalah begitu mudahnya kita ikut dalam wacana yg digulirkan oleh musuh-musuh dakwah. tidak sedikit para aktivis yg terjebak dalam dunia dialektika tanpa ujung. Dalam waktu singkat bisa saja ada fakta baru yg menentang fakta sebelumnya. Begitu mudah pula kita terbawa dalam arus informasi itu.

Tidakkah kita tahu atau kita pura-pura tidak tahu atau bahkan kita tidak mau tahu bahwa yg menguasai alur informasi adalah musuh-musuh dakwah islam. Tidakkah kita mau tahu apa yg sedang diperjuangkan disana. Tidakkah kita mau mengerti atau berusaha mengerti dgn apa yang harus kita yakini dan lakukan. Kegelisahan ini benar2 memuncak melihat seorang aktivis dakwah yg begitu mudahnya menjustifikasi dgn negatif perjuangan ini. Bahkan dia menjustifikasi buruk perjuangan qiyadah kita diatas, padahal apa yg menjadi tanggung jawabnya di bawahpun tak mampu dia jalankan.

Ada kesalahan fatal dalam perjuangan kita. Sudah lupakah kita dalam berjuangan dimulai oleh para pemikir dan cerdik cendekia. Kefahaman dalam berilmu itu tidak boleh putus semata karena lahan dakwah yg membesar dan terus berkembang. Ini rupanya sudah mulai hilang dari ruh perjuangan kita, bahkan dalam memilih seorang pemimpin sekalipun.

Bagiku dalam berjuang ini ada hal yg tak boleh dilupakan, tapi sekarang rupanya sudah dilupakan kawan2. Ya berilmu sebelum beramal. Berilmu pun dalam islam ada 3 hal yg harus dan wajib dilakukan, yaitu: LOGIKA, ILMUdan TABAYUN.

1. Logika. Sebuah keharusan kita mampu dan mau berlogika dalam usaha mau memahami sebuah fenomena dengan akal manusia secara sederhana. Bila logika saja tak mampu dikuasai, bagaimana seorang aktivis atw qiyadah mampu membuat prioritas.

2. Ilmu. Yang kedua ini rasanya paling mutlak untuk harus dikuasai seorang aktivis dakwah. Bagaimana bisa dia tahu klo media-media di indonesia telah terkooptasi kekuatan asing, bila tak pernah baca atw sekedar diskusi. Ilmu ini menjadi penting untuk bisa menundukkan logika, sehingga tidak jauh menyimpang.

3. Tabayun. Rasa-rasanya inilah kelebihan ilmu dalam islam, harus ada proses TABAYUN dalam berilmu dan berlogika. Tabayun menjadi filter bagi seorang aktivis, karena akan sering melewati wilayah abu-abu.

3 hal diatas bila benar-benar dikuasai dan diamalkan insya allah akan membuat aktivis dakwah mengerti dan memahami eseni perjuangan ini. MODERASI adalah tipikal dakwah dan pergerakan islam. Artinya dalam proses moderasi ini kita mampu mendapatkan dan menyaring berbagai informasi yg output nya merupakan dasar dan kefahaman kita bergerak. Bila kita bergerak HANYA atas dasar TAQLID dan sekedar memenuhi PROKER, bagaimana islam akan berjaya. Ingat islam adalah agama yang wasath, artinya menengah dan mampu me-moderasi, bila sisi moderasi ini hilang, semata karena takut terwarnai, sungguh picik kita meragukan kebenaran dan keunggulan islam.

Saya hanya bisa berharap, kita nantinya mampu memahami bahwa apa yg ada dihadapan kita penuh dengan konspirasi memusuhi dakwah dan perjuangan membebaskan umat dari kejahiliyahan. Jangan mudah terprovokasi, bahkan dari seorang atw sekelompok yg juga membawa embel2 dakwah. Insyaallah kefahaman (al fahmu) akan membawa kita pada ilmu2 dan gerak2 taktis dalam memenankan dakwah ini. Jangan pernah ragu!!! Sekali keraguan menghinggapimu disitulah setan dan musuh2 dakwah menghampirimu.

_Sebuah Kontemplasi Panjang Tentang Hakekat Perjuangan_

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images