KAMMI sebagai Harakah Wathaniyah

17.32


Tahun 1998 adalah salah satu masa paling penting dalam sejarah Indonesia. Betapa tidak, saat itu gelombang perubahan didengungkan di seluruh pelosok negeri ini. Aktivis islam di seluruh pelosok negeri tak mau ketinggalan momen ini, berbagai ormas dan lembaga lain yang bernafaskan islam bermunculan, tak terkecuali lahirnya elemen gerakan mahasiswa yang menjadikan islam sebagai pegangan.

Masa orde baru memang masa kelam bagi pergerakan mahasiswa islam, kala itu pemikiran dan pergerakannya terus dikebiri, sehingga muncul gerakan isalam moderat yang bergerak di bawah tanah. Bibit kebangkitan mahasiswa dan intelektual islam mulai terasa dengan munculnya berbagai lembaga dakwah kampus yang bak jamur terus berkembang di berbagai kampus Perguruan Tinggi Negeri seperti UGM, ITB, UNPAD, UNAIR dan ITB. Para aktivis islam ini tergabung dalam FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus).

Perkembangan FSLDK sangat cepat dan menjadi inti kegiatan islam di berbagai kampus ternama, sampai pada 1998 sudah berjumlah 59 cabang FSLDK di seluruh Indonesia. Kemelut pada era reformasi membuat FSLDK terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam proses reformasi. Akhirnya pada tanggal 29 Maret 1998 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang dideklarasikan dan lahirlah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

Penamaan ini sesuai dengan cita-cita kala itu untuk terus menekan rezim dan tirani di Indonesia dengan berbagai aksi yang massif. Bersama elemen mahasiswa lainnya, KAMMI menjadi aktor penting dalam proses reformasi, insya Allah sampai sekarang niat dan amal adalah menjadi oposisi kebatilan dari tirani rezim penguasa. KAMMI memposisikan diri sebagai Harokah Wathaniyah, yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan pemuda muslim, demi kemaslahatan umat islam dan umat beragama lain di Indonesia.

KAMMI telah menjadi sebuah gerakan mahasiswa islam yang diakui keberadaan dan kontribusinya dalam umur yang relatif muda. Gerakan bebasis kompetensi adalah agenda KAMMI ke depan. Kompetensi adalah sebuah hal yang mutlak harus dibentuk dan ada di setiap kader KAMMI. Maksudnya setiap kader mempunyai kemampuan sesuai bidang yang dipelajarinya, sehingga nantinya antara kader KAMMI tercipta sebuah lingkungan yang mampu membentuk kader untuk menguasai permasalahan masyarakat dan permasalahan lintas bidang yang dikuasainya. Karena harapan utama dari proses pengkaderan di KAMMI adalah menghasilkan pemuda islam yang tangguh dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat.

KAMMI bukanlah organisasi yang sekedar menghasilkan para pendemo ataupun intelektual karbitan yang bak sophis menjual kata-kata hanya demi kuasa dan harta. KAMMI berusaha membentuk insan muslim yang kritis dan mampu bersosialisasi di tengah masyarakat dengan tetap memegang teguh islam sebagai pedoman. Sebuah proses dalam kehidupan manusia tidak bisa dipaksa dengan doktrin dan dogma, sehingga kami menyadari bahwa dalam berproses tersebut mutlak menghindari taklid buta untuk menghindari fanatisme sempit golongan.

Eksistensi KAMMI sebagai sebuah organisasi mahasiswa muslim telah mencapai tingkat kepercayaan yang baik. Terbukti dalam berbagai even kenegaraan para pengurus pusat KAMMI di Jakarta diikutsertakan. Hal ini menepis anggapan selama ini bahwa KAMMI adalah sebuah organisasi eksklusif dan fanatik. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kehormatan dengan temu langsung untuk bertukar pikiran dengan para kader KAMMI. Ini juga sebagai bukti keberadaan KAMMI dalam membangun pemuda bangsa mendapatkan apresiasi dari pimpinan tertinggi bangsa ini.

Proses penjagaan demokrasi oleh mahasiswa memang harus menembus semua aspek termasuk birokrasi. Dengan adanya tekanan serta proses dialog, KAMMI berusaha mengedepankan sebuah mekanisme realistis yang beridealis. Proses ini harus terus dijaga sampai cita-cita terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat benar-benar terwujud.

KAMMI adalah sebuah gerakan dakwah tauhid yang berusaha menjadikan islam sebagai frame utama dalam kerangka berpikir dan bertindak. Artinya setiap tindakan jelas dan mampu dipertanggungjawabkan. Mengembalikan sebuah gerakan mahasiswa islam pada rel islamnya yang bebas dari kontaminasi nilai-nilai barat, macam liberalisme dan kapitalisme. Karena sudah terbukti berbagai kebijakan dan gerakan yang bercermin pada barat sangat merugikan rakyat Indonesia.

KAMMI adalah gerakan intelektual profetik. Sebuah gerakan intelektual yang mengedepankan nalar wahyu bersanding dengan akal sehat insan beriman sebagai sebuah pijakan utama dalam bersikap dan bertindak. Sebagai kebalikan intelektual organik yang menjadikan manusia hanya sebagai objek materi saja. Intelektual profetik melihat insan manusia sebagai mahluk yang bebas dan mempunyai nilai di dalam alam pikirnya.

KAMMI adalah gerakan sosial independen yang menjadikan kebatilan dan tirani kezaliman sebagai musuh abadinya. Jadi KAMMI beroposisi permanen dengan musuh rakyat. Independen tidak identik dengan netral, karena independen adalah bersikap dan bertindak untuk membela kebajikan, serta membela yang tertindas. Netral adalah posisi diam tanpa sikap.

KAMMI adalah gerakan ekstraparlementer yang selalu menekan kebijakan yang tidak pro rakyat dan menindas kedaulatan Republik Indonesia. Gerakan yang selalu berkomunikasi engan elemen mahasiswa lainnya untuk menelurkan dan melahirkan gerakan yang pro rakyat.

Sekali lagi KAMMI bukan organisasi yang menjanjikan jabatan dan uang dalam bergeraknya, namun menjanjikan perbaikan diri untuk membangun bangsa dengan ridha Allah SWT. Tidak sekali-kali KAMMI menjadikan jabatan sebagai tujuan utama, namun perbaikan umat dan pemudalah yang lebih utama.

Karena setiap revolusi di dunia adalah selalu oleh para pemuda. Bukan jabatan dan uang, melainkan ketulusan dan kesadaran bergerak dan berjuang yang menjadikan perjuangan ini terus berlangsung dan bermetamorfosa. HIDUP MAHASISWA!!!

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images