Social Media dan Pergerakan

11.50

Menggempur tirani dengan social media. Ya itu fenomena di beberapa belahan dunia saat ini. Tak hanya timur tengah, Eropa dan Amerika yang sedang mengalami depresi ekonomi mendapati para demonstran tak hanya aksi di jalan, namun juga di dunia maya via social media.
Facebook dan Twitter menjadi media yang benar-benar membuat gusar para pemimpin diktator. Bahkan pada akhirnya Pangeran Talal asal Arab Saudi sampai harus membeli saham Twitter. Efeknya langsung dirasakan, Twitter mengumumkan akan memberlakukan sensor ketat pada twit yang berisi ancaman pada stabilitas kawasan setempat.
Ini menjadi ancaman serius bagi para aktivis dalam mempropagandakan visinya melalui Twitter. Pemakaian twitter memang berbeda dibanding dengan Facebook. Perbedaan mendasar terletak pada fungsinya. Facebook sering disebut sebagai akun pertemanan, di amna harus ada approval dari objek. Berbeda dengan twitter yang punya basic menyebarkan informasi, karena itulah gagasan dan ide bisa menyebar luas.
Twitter besar dan dipakai oleh kalangan menengah atas berpendidikan. Mereka lebih nyaman karena privasi yang tak diekspos seperti di FB. Gagasan dan celotehan menjadi senjata ampuh twitter, di mana kelas menengah atas telah menghabiskan waktunya bekerja dan menjalin relasi. Ketidak-PD-an bisa hilang di twitter, karena bebas “misuh” dalam 140 karakter yang khas.
Para aktivis twitter mesti siap dengan mental baja, karena bullying di sana lebih keras dan dahsyat dibandingkan dengan FB. Tentu kita ingat kasus Mario Teguh yang dihajar habis-habisan oleh para aktivis wanita, karena statement tentang wanita perokok. Pada akhirnya Mario teguh keluar dari pertempuran twitter dan hanya mengelola fan page FB-nya yang kini menembus angka 5 juta.
Di FB Mario Teguh benar-benar ditunggu para pemirsanya, karena fungsi utama FB adalah pertemanan bukan permusuhan. Sangat berbeda dengan twitter, dimana adu argumen dan ide bisa melebar sangat luas dan borderless dari aspek apapun.
Di Indonesia saat ini FB telah menggeser Google sebagai web yang paling sering dikunjungi. Diikuti blogspot, wordpress dan kaskus di posisi berikutnya. Pengguna mobile phone adalah pengakses terbesar internet di Indonesia saat ini. Artinya perjuangan wacana dan marketisasi lembaga maupun personal lebih besar ceruknya di dunia maya bagi anak muda.
Sebagai gerakan mahasiswa KAMMI wajib mengambil kesempatan emas yang tersedia. Era digital adalah peluang sekaligus tantangan yang berat. Memposisikan humas semata hanya sebagai tukang foto dan pembuat rilis adalah kesalahan besar. Lihat perusahan-perusahaan besar, mereka begitu konsern denga pencitraan perusahaannya, bahkan rela membayar tinggi pada konsultan komunikasi.
Memasuki era New Wave, memang digitalisasi mustahil kita abaikan. Social media menjadi tools yang paling seksi untuk membuat perubahan yang cepat dan jauh lebih murah, selama tidak terjadi pengekangan sistematis terhadap eksistensi socmed, seperti gejala yang dialami twitter saat ini.

You Might Also Like

1 comments

  1. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus

Follow My Twitter

Flickr Images