Pak Gino Yang Tak Kenal Menyerah

13.11

Jajanan yang dibeli dari Pak Gino
Tubuhnya tidak tegap, jalannya terpincang-pincang dan saat saya ajak ngobrol, ternyata Pak Gino seorang tuna wicara. Bertemu dengan beliau pada siang saat shalat duhur di Masjid Baitun Nur daerah Ngesrep Timur Semarang.

Kata teman-teman, pak Gino sudah biasa shalat duhur di sana, tapi saya baru melihat beliau siang tadi. Entah kenapa beliau membuat saya malu, benar-benar malu. Bukan apa-apa, tapi dengan  tubuh beliau yang (maaf) cacat, beliau tegar menjalani hidup dengan berjualan jajanan, seperti kripik dan kacang.

Di gerobaknya tertulis, "JAJANAN PAK GINO, SIAP TERIMA PESANAN". Sejenak terlintas dalam pikiran saya, siapa yang mau pesan ke Pak Gino. Ahhh, benar-benar bingung saya. Sejenak saya mengasihani kondisi Pak Gino, tetapi selepas sholat, perenungan saya berubah, harusnya saya mengasihani diri saya sendiri.

Pak Gino dengan segala keterbatasan fisik tak menyerah, tak lantas menjadi peminta-minta, meskipun sebenarnya agama membolehkannya. Mungkin saya mengasihani Pak Gino karena keterbatasan ekonomi dan fisiknya, namun daya dobrak pantang menyerah dan ingat pada Sang Khaliq itu yang banyak manusia termasuk saya mungkin sangat kurang.

Banyak orang mengasihani orang lain karena keterbatasan fisik dan ekonomi, padahal yang harus dikasihani dan dibantu adalah manusia-manusia yang tak  punya daya juang, mudah mengeluh dan menyerah pada keadaan. pak Gino mengajarkan dengan gamblang bahwa dunia selalu seimbang. Ada saja orang kaya harta, namun tak punya rasa. Kadang ada orang miskin harta, namun kaya rasa.

Bukan bermaksud riya', saya-pun mencoba membantu semampu saya dengan membeli dagangan Pak Gino, beliau langsung sumringah, entah kenapa. Apa mungkin karena seharian belum laku atau alasan lain. Dari pertemuan dengan Pak Gino, saya diingatkan bahwa Allah telah memberikan saya fisik dan penampakan yang sempurna, serta keluarga yang berkecukupan. Saya hanya berdoa semoga pak Gino diberikan kehidupan lebih baik, tanpa lupa pada Sang Pencipta. Dan saya berdoa pada Allah SWT, agar selalu diingatkan sehingga tidak cinta dunia lupa pada yang kekal.


You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images