Pasca Kampus yang Meresahkan (Part 1)

20.39

Walau pakai judul pasca kampus, sebenarnya keresahan saya menulis ini juga mencakup detik-detik sebelum para aktifis lulus dari kampus. Alhamdulillah kalo saya sendiri sudah lulus sejak 2010, pas studi di FH UNDIP 4 tahun.

Yang membuat saya sangat terdorong menulis masalah ini adalah saya melihat dengan mata kepala saya sendiri banyakya aktifis dakwah yang secara akademis bermasalah, dalam menyelesaikan tugas akhir mereka, skripsi. Belum lagi saat sesudah lulus, dengan embel-embel aktiifis seasa di kampus memberikan label dan beban tersendiri, right???

Begini deh, sebelum saya bicara masalah pasca kampus coba kita renungkan bersama apa arti kuliah bagi para aktifis, termasuk para aktifis dakwah. Kenikmatan menjalani oragnisasi, selayaknya tidak menihilkan cita-cita dari orang tua yang membiayai mereka. Begini loh, keprihatinan saya melihat beberapa senior yang ternyata sudah tidak terselematkan untuk menyelesaikan studinya di kampus. Mungkin kalau yang bermasalah hanya seorang mahasiswa yang ga jelas dan hanya lontang-lantung kos-kampus, ga akan jadi masalah.

Masalah menjadi besar karena yang oknumnya adalah para aktifis yang mempunyai sejarah sebagai pejabat di internal maupun eksternal mahasiswa. Bayangkan kalau dalam satu waktu bersamaan ada mantan ketua BEM, ketua Rohis dan ketua gerakan mahasiswa yang terancam di DO Universitas, buka karena sikap kritis mereka, melainkan karena gagal  menyelesaikan studi, ampun.com lah.

Ekspektasi dari para junior pada seniornya yang mempunyai jabatan tersebut dalam satu waktu pastilah berubah menjadi kebingungan, bagaimana bisa seorang kakak yang dulu dikenal berbusa-busa menasehati dan berkeringat berorganisasi tidak mampu menyelesaikan studi. Sebuah hal yang oleh mahasiswa biasa-biasa saja pasti berhasil, bukankah mereka luar biasa???

Alasan apapun tak kan mampu memberikan jawaban. Noda yang ada ini ditorehkan dengan gagah oleh orang yang "sangat gagah" pula. Okelah pendidikan dan ijazah bukan menjadi yang utama, tapi apa lantas itu menjadi alasan pemaaf dan pembenar. Dakwah dan membangun peradaban memerlukan keteladanan, itu yang Nabi Muhammad ajarkan. Jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi Nabi, beliau telah ditahbiskan sebagai seorang Al Amin, orang yang dapat dipercaya. Lawan dan kawan semua menghormatinya. Di sinilah letak pentingnya, saat orang-orang yang harusnya menjadi teladan telah gagal menjalankan perannya, orang-orang yang memerlukan teladan (junior) itu akan memilih jalan; terus berlari, menarik diri atau apa???

Setiap pribadi aktifis, apalagi yang diberikan amanah besar di kampus wajiblah menyadari bahwa dipundak mereka ada beban luar biasa, mereka selalu dilihat oleh mahasiswa yang lebih muda, jangan kendurkan endurance mereka dengan gagal menyelesaikan studi kampus.

Setelah lulus selesai masalah??? masalah yang baru muncul guys. Sekali lagi, apa yang didapatkan di kampus haruslah membuat seseorang menjadi sesuatu. Kebimbangan dan kebingungan kemana arah kehidupan pasca kampus sangat sering datang. Tak ayal realita dunia menghilangkan idealita di diri manusia. Welcome to the jungle...

You Might Also Like

1 comments

  1. sepakat pak..
    trkadang organisasi n dakwah jd kambing hitam...:(
    izin share ya pak...

    BalasHapus

Follow My Twitter

Flickr Images