RIP Facebook 2004-2012

15.04

Saya menyebut facebook sebagai keajaiban dunia di abad 21, tentunya bersanding bersama twitter dan youtube. Majunya teknologi informasi membuat segala sesuatu berjalan lebih cepat, sekaligus mati juga lebih cepat. Dalam IT, saling bunuh dalam hal invoasi adalah keniscayaan.

Ingat kan saat kita pertama kali masuk ke abad 21, anak-anak muda begitu gandrung chatting dengan kawan-kawannya, via Mirc, Yahoo Messenger ataupun AOL Messenger. Terus berkembang, sampai akhirnya muncul Friendster pada 2001. Keberadaan friendster sempat menyita perhatian publik tanah air, setidaknya dari 2004-2008. kala itu friendster menjadi sosmed utama anak muda.

Di tahun 2004 seorang anak muda AS yang kuliah di Harvard, Mark Zuckenberg membuat web komunitas bernama Facesmash, yang lalu berubah menjadi TheFacebook dan akhirnya menjadi Facebook. Sosmed Facebook inilah yang membuat perubahan mendasar pada gaya interaksi komunikasi di dunia maya. 

Dahulu untuk chatting harus membuka YM atau Mirc dulu, untuk melihat akun teman secara rela time harus membuka friendster dulu. Facebook menggabungkan seluruh kebutuhan detail anak muda di dunia maya, bahkan lebih majunya adalah Facebook secara "sukarela" menyediakan layanan untuk share portal berita atau link website lain, semisal youtube. Dalam waktu relatif singkat facebook sudah menguasai AS dan Eropa. FB benar-benar mulai populer di Indonesia pada 2008.

Seolah-olah apapun yang kita punya bisa ditaruh di halaman FB kita. Setidaknya FB telah membuka wacana baru, bahwa sosed yang gratis memberikan akses dan komunikasi vertikl yang lebih cepat, artinya emutus semacam tembok birokrasi. Saat FB mulai tenar pada 2007, lahirlah Twitter oleh Jack Dorsey. 

Sepengetahuan saya saat twitter lahir, smartphone belumlah menjadi barang yang biasa digunakan, hanya merek-merek vendor seluler tertentu yang menciptakan. Twitter ini awalnya memang tidak diciptakan sebagai sosmed yang ramah pada smartphone, namun dalam perjalanannya Twitter berhasil membangun divisi yang khusus mengurusi twitter versi mobile. Hasilnya luar biasa kan, device smartphone semacam Blackberry, Android dan iPhone sangat melekat dengan para pemakai twitter.

Dan menurut saya, lonceng kematian FB dimulai dengan ketidakmampuan mereka membangun FB yang user friendly dengan para pemakai smartphone dan tablet. Seolah-olah untuk mendapatkan fitur lengkap F, kita harus membuka via laptop. bandingkan dengan twitter yang dari HP kelas middle-low pun bisa akses full fiturnya.

Setidaknya seminggu yang lalu #RIPfacebook menjadi trending topic worldwide di twitter. Kelas menengah atas adalah pemakai settia twitter dan Blackberry, 2 pesaing yang bisa membunuh FB secara halus, seperti saat FB membunuh MySpace.

Beberapa usaha sedang dilakukan tim FB di bawah arahan sang CEO. Seperti pembelian instagram, yang dahulu eksklusif hanya untuk pemakai iPhone, sekarang dibuka bagi pemakai android dengan fitur terbatas. isu palling anyar adalah keinginan FB mengakuisisi Blackberry dari RIM. Isu ini muncul setelah kegagalan FB membangun device/handset untuk FB. Bisa dibayangkan FB dengan fitur BBM ala Blackberry, hmmm siapa tahu ini akan kembali merevolusi dunia sosmed.

Seperti dalam data AC Nielsen, bahwa pengguna internet saat ini menginginkan komunikasi realtime chatting seperti BBM, lebih maju lagi setiap handset smartphone mampu melakukan chatting video seperti skype. Ini adalah bayangan bagaimana nasib FB dan sosial media ke depan.

Pertanyaan saat ini adalah, mampukah facebbok bersaing dengan twitter di sektor smartphone, bila masih tak mampu ucapkanlah selamat tinggal pada Facebook. RIP Facebook 2004-2012.

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images