Komunikasi: Email, Web dan Sosial Media, Sebuah Keajaiban Abad 21

20.16

Masih ingat kan dengan Friendster, apa kabarnya ya??? Yah pasti kita sampai tahun 2008 masih akrab dengan friendster, sekarang situs pertemanan tersebut sudah berubah menjadi tempat bermain game online sejak diakuisisi orang Malaysia.

Kali ini saya mau sharing tentang komunikasi dan sosial media, cabangnya bisa sampai ke smartphone. Ada 3 basic dalam komunikasi dunia maya saat ini, yaitu email, web dan sosial media. Bisa komunikasi borderless tanpa ketiganya??? Tentu tidak kan, oleh karena itu mari kita bedah bareng-bareng.

Pertama kita bahas email atau e-mail, apa sajalah kalian sebutnya. Kita sering menyebutnya dalam bahasa Indonesia sebagai surat elektronik, dan itu ga salah sama sekali. Ga perlu kan saya bahas email itu apa, tapi ada sesuatu yang cukup penting untuk kawan-kawan tahu. Dulunya email itu bisa dikirim hanya antar dua orang, dan keduanya harus dalam posisi sama-sama online, jadul banget ya.

Dan email dulu tak semua orang bisa pakai, hanya instansi, korporat dan orang penting, bahkan artis pun belum tentu bisa mengakses. Setidaknya sampai tahun 1997-1999 saat ada AOL dan Yahoo yang lahir dengan konsep email gratisnya. Kita di Indonesia pasti lebih mengenal Yahoo.

Ternyata konsep email jadul yang real time (semua pihak harus online) belum sepenuhnya ditinggalkan. Lalu konsep ini berubah menjadi chatting. DI Indonesia mIRC begitu terkenal di kalangan anak kampus dan SMA, hayo siapa belum pernah coba, pasti katro...!!! hehehehe

Di sisi lain kebutuhan akan akses internet ini di wadahi dengan WWW atau world wide web, kadang kita lebih suka sebut dengan web saja. Ya inilah rumah, atau gampangnya alamat sebuah lokasi di dunia maya.

Dan keberadaan web serta email/chatting ini sukses melahirkan apa yang kita sebut dengan sosial media. Friendster lahir sebagai pembawa ide sebuah web yang bersifat pertemanan pada 2002. Hal ini diikuti oleh My Spice, walaupun ketenarannya tidak sampai ke Indonesia.

mark Zukernerg pada 2004 menyempurnakan media pertemanan ala friendster dengan fasilitas chatting, belum lagi kemampuan berbagi foto. Ya inilah revolusi pertama menurut saya, dimana chatting, berbagi foto, berbagi pendapat-informasi bisa real time dalam satu web.

Keberadaan email yang mulai marak pada awal 2000-an melahirkan sebuah produk dari RIM, yaitu Blackberry dengan push-email nya. Mike Lazaridis, pendiri RIM menuai pujian dan sukses besar, karena email hanya menjadi semacam SMS saja. Namun RIM tak menyadari tantangan besar ke depan, yaitu memindahkan internet ke dalam genggaman tangan.

Facebook ini memang terlahir dengan user interface yang cukup sederhanan, namun harus memakai komputer, karena fitur-fiturnya. Hal inilah yang mendorong Jack Dorsey membuat akun pertemanan baru bernama Twitter pada 2006.

Tak ada satupun yang melirik twitter, karena saat itu FB sedang meledak. Namun badai bagi FB datang setidaknya pada 2007, saat Apple melahirkan iPhone. Oke, iPhone pertama lahir dalam jaringan 2G, jauh dari Nokia kala itu yang sudah mempunyai produk 3G. Namun apple berhasil memindahkan internet ke dalam telepon seluler yang disebut dengan smartphone.

Banyak pihak apriori dengan langkah Steve Jobs, bos Apple. Karena saat itu smartphone identik dengan telepon seluler yang bisa digunakan untuk mengetik dan email saja. Dan Steve Jobs berhasil membuktikan bahwa pikiran semua orang salah, internet bisa berpindah ke smartphone sepenuhnya, setelah iPhone mengusung jaringan 3G.

Kelahiran iPhone belum juga menyadarkan FB bahwa ada tantangan besar ke depan, memindahkan FB dari laptop ke smartphone. Usaha telah dilakukan FB, namun setengah hati, dengan FB mobile version. Berbeda dengan twitter yang sederhana memberikan full akses di versi mobile nya, ditambah dengan keleluasaan progammer untuk membuat twitter client seperti Twitcaster, Ubertwitter, Twicca maupun Plume dan Echofon.

Dan saat ini pengguna FB di negara maju terus menurun keaktifannya, bahkan kelas menengah atas di Indonesia cenderung menggunakan twitter, karena akses penuhnya via smartphone. Dan smartphone generasi saat ini telah memuat push email, browser web dan perangkat sosial media dalam satu device, ini sebuah hal yang tak terbayangkan pada 5 tahun kebelakang.

Kita semua bisa lihat bagaimana smartphone bisa begitu mempermudah akses kita. Tak terbayang bagi orang-orang tua bertemu dengan kawan lama via facebook maupun twitter. Nimbrung ngobrol dan rapat bareng via BlackBerry Messenger, dan itu semua memperpendek jarak dan membuat segala sesuatu lebih ekonomis. Belum lagi keberadaan Youtube yang revolusioner itu, bisa ada dalam genggaman kita.

Well, lalu revolusi macam apalagi yang akan lahir dalam berkomunikasi, setelah email, web dan sosial media menyatu di smartphone-tablet??? Kita tunggu saja, yang pasti revolusi tenologi komunikasi itu tak terpikirkan oleh saya dan kita-kita ini yang biasa-biasa saja. Dan bolehkan kalau segala kemajuan ini saya sebuut sebagai "Keajaiban Abad 21". (IDC)

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images