Belajar Cinta

17.38

Cinta itu menjadi komiditas yang dicari seluruh umat manusia. Bisa bertransformasi menjadi banyak bentuk. Dari film, musik, buku bahkan sampai tingkah laku yang tak dibayangkan oleh manusia. Cinta atau mahabbah, love dan apapun namanya adalah fitrah manusia. Apalagi dalam islam menggenapi setengah dien itu dengan menikah, dan menikah itu karena cinta, cinta pada Sang Pencipta dan pasangan hidupnya.

Cinta bisa hinggap di insan manusia dengan banyak cara yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Bila kita melihat film pasangan yang jatuh cinta selalu digambarkan sebagai manusia yang ideal, fisik rupawan dan sikap yang layaknya malaikat. Namun hidup bukanlah dunia bioskop, cinta punya cerita sendiri da kita pasti pernah merasakan bagaimana cinta itu, dalam arti menyukai lawan jenis.

Cinta kadang atau bahkan sering mengubah hidup kita secara drastis. Ada seorang pria yang rela merubah arah hidupnya karena begitu cintanya pada seorang wanita. Ada seorang anak yang begitu cinta pada orangtuanya sampai rela keluar sekolah untuk membantu ekonomi keluarganya. Selalu ada kejadian dan hal yang diluar akan manusia. Karena cintanya seorang laki-laki urakan pada seoarang muslimah yang berhijab rapi, dia berani dan rela membenturkan dirinya untuk mau belajar mengaji, hanya untuk sekedar bisa tahu apa saja kesibukan si akhwat tersebut.

Cinta selalu mengundang senyum bagi yang merasakan, tapi sering juga mengundang air mata bagi penikmatnya. Karena cinta menyentuh hati terdalam sisi naluri manusia, cinta adalah anugrah yang kenikmatannya bisa berubah menjadi begitu menyiksa

Setiap rasa cinta mengubah tindak manusia, dan setiap tindakan itu sering irrasional, namun menjadi momen yang begitu idah untuk dikenang. Seperti keberanian seorang laki-laki melamar wanita yang dia cinta, terlepas apapun jawaban si wanita itu, keberanian dan proses melamar itu adalah sebuah cerita yang kuat, cerita yang mampu menggugah setiap insan manusia.

Cinta kadang tak terdefinisikan, cinta adalah sebuah keraguan dan keyakinan yang saling meniadakan sampai muncul siapa yang menang. Perasaan mengguncang setiap diri manusia, menggelontorkan segenap asa dan adrenalin yang tersisa untuk buktikan cinta pada insan manusia lainnya. Dan cinta hidup dalam setiap dinding hati kita, karena cinta adalah fitrah manusia, utnuk saling memiliki dan berbagi. (IDC/SMG)

*Kita lahir di dunia karena mahabbah

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images