Terlambat Menyadari (Fiksi)

16.23


Entah apakah ini cerpen atau khayalan tak jelas, yang pasti aku menulis ini bersamaan dengan lantunan lagu "Always be My Baby" dari David Cook.


Semarang, 2013

Seorang pria yang menginjak seperempat abad masih sibuk di dalam kamarnya. Dengan laptop pinjaman dari kakaknya dia sibuk merapikan terserak di folder-folder laptopnya. Dia masih dalam ketergesaan di minggu pagi saat matahari sudah mulai meninggi.

Bergerak cepat ke sisi kamar di pojok, lalu diambilah sebuah DVD RW eksternal Samsung miliknya. Tancap ke laptop dan dia masukkan sekeping DVD. Ya, dia sedang melakukan piracy, menjual software gae dan aplikasi tablet PC yang seharusnya dibeli dengan kartu kredit. Itulah cara dia mencai uang dengan menjual keping demi keping DVD bajakan game dan software.

Keluarganya bukan orang kaya, walau sekarang punya mobil sedan yang dibeli dengan kredit. Semasa kecil dia sering makan nasi dengan kecap atau bahkan krupuk saja. Ya, mengawali hidup dengan cukup susah ditambah tekanan kemarahan dari ayahnya yang sering memukulinya dengan kemoceng, otomatis menjadikannya sebagai seorang introvet.

Tak hanya satu keping DVD yang di burning, tapi ada 4 sampai 6 DVD. Setelah selesai lalu dia masukkan ke kotak DVD dan bungkus dengan kertas kalender bekas. Selesai lalu bergegas menuju tempat "pengapalan".

Di kantor yang menjadi saingan utama Pos Indonesia itu dia bergegas masuk. Dibukanya pintu dan ternyata sepi. Ada 2 konter yang kosong dan salah satunya langsung memencet tombol. Serta merta lelaki itu mendatangi konter 3.

Di konter 3 itu telah menunggu seorang perempuan berjilbab manis dan putih, tak tahu persis namanya.

"Mau kirim apa mas?", tanya si penjaga konter 3.
"Kayak biasa mbak, kirim software ke Jakarta", sahutnya.

Sambil menunggu proses input data, dia melirik tangan kiri perempuan penjaga konter 3 itu, dan ada yang berbeda dari hari-hari biasanya. Ya, sekarang perempuan cantik itu sudah memakai cincin di jari tengah tangan kirinya, artinya dia sudah bertunangan.

Dia berpikir panjang, ada yang yang aneh. Ya, dalam hati dia sudah jatuh cinta kepada di penjaga konter. Dan si perempuan sebenarnya juga punya perasaan yang sama, namun lidah mereka hanya bicara tentang perniagaan dan pengiriman barang.

Keduanya sudah bertemu hampir setahun ini, sejak agustus 2012 tepatnya. Keduanya saling tertarik, terlihat dari mata dan cara bicara mereka. Pertemuan itu semakin sering karena si pria sedang laris DVD software bajakannya, sehingga dalam seminggu bisa 5 kali bertemu.

Namun akhir-akhir ini si pria tak lagi melihat wajah si penjaga konter berjilbab itu dihari-hari biasa. Baru beberapa minggu terakhir saat mulai mengirim di akhir pekan, si pria bertemu lagi dan akhirnya dia berusaha mengirim semua software pesanan di akhir pekan.

Hanya pertemuan terakhir baginya telah menjadi pertemuan yang menyakitkan, saat harus tahu si perempuan telah bertunangan dengan pria lain.

Setelah pulang, si pria membuka FaceBook dan mencari akun si penjaga konter. Setelah ketemu, si pria a
add akun tersebut, entah akan diterima atau selamanya tak bisa lagi bertemu.

Setahun berlalu dengan hanya saling pandang dan berbicara sebatas kirim-kirim barang. Perasaan keduanya tak pernah diungkapkan satu sama lain. Kini penyesalan yang hadir diantara keduanya. 

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images