Neville, Komentator Tetaplah Komentator

14.17

Sumber: YNFA Facebook fan Pages
Gary Neville, salah seorang legenda Manchester United. Berposisi sebagai bek kanan, kaka dari Phil Neville ini sukses membawa MU menjuarai Champions dua kali. Gaya mainnya memang konservatif, bek yang sulit dilewati, namun juga bukan bek yang ampuh membantu serangan.

Sebagai seorang kapten sekaligus pemain belakang, Gary Neville memang mengedapankan diri sebagai sosok keras. Namun pasca pensiun, Neville mengubah image dirinya menjadi seorang pundit bola yang , tenang, cerdas dan mempunyai analisa tajam. Beberapa kali analisanya membuat pundit lain seolah hanya seorang mantan pemain bola yang tak mengerti taktik lapangan.

Hal inilah yang menarik perhatian Peter Lim, pemilik Valencia. Dipertengahan musim Gary Neville ditunjuk sebagai pelatih. Berharap, komentar-komentar brilian Neville bisa diterapkan di lapangan, sebagai pelatih.

Namun tak perlu waktu lama bagi Gary Neville untuk membuktikan petuah bahwa "komentator tetaplah komentator". Praktis semenjak melatih Valencia, Neville baru memberikan satu kemenangan, melawan klub gurem Las Palmas.

Kini penderitaan Neville semakin parah setelah Valencia dibantai Barca 0-7 di Nou Camp. Lucunya, jauh sebelum melatih Valencia, Neville pernah berujar bahwa dirinya akan malu untuk bertemu keluarga bila kalah 0-7 dari Barca.

Ada yang coba membandingkan kegagalan Neville dengan performa buruk Luis Enrique saat membesut AS Roma. Namun keduanya tidak pas untuk disamakan, karena performa Roma kala itu juga tak buruk-buruk amat.

Apapun itu, Neville telah membuktikan pada kita bahwa komentator tetaplah komentator. Memang selalu mudah mengomentari performa orang lain dan tim lain. Sekali mendapat kesempatan, belum tentu seorang komentator berhasil melaksanakan tugasnya. By the way, jalan masih panjang Neville, Good Luck..

video

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Flickr Images