Menemukan Tas Abekani yang Sempat "Tersesat" di JNE Depok

23.56


Ini saya tulis setelah ada temen istri yang ngetag di Facebook, katanya tas yang dikirim dari JNE udah seminggu ga dateng dari estimasi waktu seharusnya. Dan kejadian sama di JNE Depok.

Pertama begini, ini tulisan bukan bertujuan untuk mendiskreditkan JNE. Kebetulan saya dan istri sendiri masih setia. Ini mungkin bentuk kepedulian akan nasib serupa yang dialami kawan-kawan. Semoga caranya bisa diikuti dan barang bisa ketemu.

Alhamdulillah cara yang saya tempuh berhasil, barang diantar oleh Kepala gudang dan diberikan surat permintaan maaf, meski tanggal di surat salah, harusnya 30 maret 2017 malah ditulis 23 maret. Begini ceritanya

--------------------------------------------------------------------------------------

Jadi istri saya alhamdulillah ada rejeki, jadi beli gamis 225rb dan tas abekani 695rb (alhamdulillah bukan harga markup). Dikirimlah dengan JNE layanan REG seharga Rp 9.000,-. Dikirimlah oleh penjual pada Kamis, 24 maret 2017.

Layanan REG dari JNE biasanya sih 2 hari, ditunggu sampai sabtu belum datang. Padahal saat cek resi di web JNE, barang sudah sampai di warehouse (gudang JNE di GDC) sebelum subuh pada sabtu tersebut.

Okelah saya dan istri ga curiga, mungkin minggu atau senin. Tapi yang janggal adalah sampai hari senin, barang masih di warehouse menurut keterangan tracking di web JNE. Harusnya saat sampai di gudang beberapa saat kemudian dibawa oleh kurur untuk diantarkan.

Oke, karena posisi agak mencurigakan, saya berusaha komplain ke JNE depok. Karena telpon saya tak kungjung diangkat, saya jadi membuat laporan ke JNE pusat. Done, selesai hari itu, ga curiga.

Selasa libur, barang masih belum sampai. Saya memberanikan diri telpon ke JNE Depok, eh alhamdulillah diangkat. Saya tanyakan laporan saya, ternyata tidak ada tebusan atau informasi apapun dari JNE pusat ke JNE Depok. Oke, laporan saya beneran dibuat atau ga sama CS JNE Pusat, jadi membuat tambah curiga.

Kasihan juga sih mbak nya JNE depok, via telepon saya marah-marah karena barang ga lekas diantar.

Rabu akhirnya saya datang langsung ke JNE Depok di Margonda. Saya cek ke CS yang bertugas menangani komplain, oke komplain saya pada selasa dicatat, dan bener memang ga ada tebusan dan laporan dari JNE Pusat. Hahahaha kampret dah CS JNE Pusat ini, komplain saya ga dibuat laporan, eman-eman pulsa bray sist hiks.

Di JNE Depok tersebut, saya marah-marah alhamdulillah dilayani dengan sabar oleh CS. Namun CS juga menjelaskan, barang yang mengurusi gudang. Nanti akan di cek oleh CS. Lanjut, saya langsung ke kantor kerjalah.

Sorenya, ada kurir JNE datang ke rumah menanyakan ke istri apakah barang sudah sampai, jelas istri saya jawab belum. Karena pada sabtu 26 maret kurir tersebut nganter barang pesanan saya, casing HP, tapi ga ada perintah bawa barang pesanan istri saya.Oke kurir pulang dan membuat laporan ke atasan di gudang.


Kamis pagi 30 Maret, saya dikirimi SMS dari JNE bahwa kemungkinan besar barang pesanan istri saya hilang dan akan diganti sesuai SOP JNE. Kebayang dong kalo ga salah SOP JNE diganti 10x lipat ongkir (kalo ga salah ya, semoga ga berubaah). Ongkirnya 9.000, diganti 90.000 doang, enak bener. Barang istri nilai total 695+225rb.

Agak panas kepala, pukul 8.30 saya pergi langsung ke Gudang JNE Depok. Serem sih, banyak tentara jagain gudang, hehehe. Tapi kan wis biasa, temen tentara polisi saya juga ada. Pertama masuk, dibentak security, karena parkir motor didalem. Sono bentak gantian saya bentak dong, emang tu gudang punya loe apeee.

Oke, saya kasih nomor resi ke security yang satunya, lebih ramah. Sembari nunggu, saya lihat orang-orang banyak ke gudang JNE ambil barang, barang ketemu langsung pulang. Ini barang saya ga ketemu-ketemu, lama nunggu.

Lalu muncul seorang staf JNE. Ga usah sebut nama deh, udah minta maaf juga orangnya. Dia bilang barang saya ada di gudang, ga hilang. Saya bilang, ya udah saya tunggu barangnya. Dia ngeyel lama lho pak, gitu pake ngancam dikir nadanya.

Saya tunggu mas, saya bilang.

Sembari saya tekankan, sama agak bentak, saya tunjukkan ke staf tersebut bahwa barang saya dinyatakan kemungkinan besar hilang. Kaget dianya, hahahaha. Ketahuan asal ngomong. Saya bersikeras ketemu dengan Supervisor, atau kepala gudang yang bertanggungjawab hari itu. Awalnya ditolak, yaudah apa boleh buat, saya bilang, jangan salahkan saya kalo ada tindakan keras dari JNE pusat tahu barang konsumen hilang ga jelas.

Akhirnya, si staf mau panggil atasannya, sembari mencari barang.

Nunggu 30 menitan lah, muncul kepala gudang yang bertugas saat itu. Dia jelaskan barang istri saya ga ketemu.

Saya bilang, di web tracking JNE barang terakhir ada di gudang atau warehouse. Artinya kalo hilang di gudang, ada tindakan pencurian di dalam gudang JNE. Saya tegaskan itu ke mereka berdua, sori sambil melotot. Saya juga bilang, jaman sekarang susah cari kerja, saya ga mau urusan panjang, temukan barang istri saya itu aja.

Kepala gudang bilang bakalan lama dan kekeuh saya baiknya pulang dulu, kemungkinan baru sore barangnya bisa ketemu, penuh banget katanya.

Okelah, saya pulang sambil sekali lagi, saya tegaskan akan saya buat ramai di media. BUkan sekedar ancaman sih, beneran pengen saya buat rame kalo beneran hilang barang punya istri.

Oke sampai rumah sebentar beberapa menit, ada telepon ke nomor istri, saya langsung angkat. Dari kepala gudang JNE, barang istri dinyatakan ketemu. Dan kepala gudang JNE bilang akan antar sendiri barang ke rumah beserta dengan surat permintaan maaf (yang tanggalnya salah itu).

Beneran sejam kemudian datanglah kepala gudang JNE dan staf yang ngeyel tadi ke rumah. Menyampaikan permintaan maaf dan saya cek barang masih segel utuh.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Kira-kira begini, kalo ada kejadian kayak gini, temen-temen jangan menyerah, kejar terus aja. Jangan mau ngalah sama orang-orang JNE. Buat ramai aja, saya bantu insyaallah nanti.

Peristiwa hilang tas ini ga sekali, tetangga depan rumah saya, juga pernah HP kirim buat orang tuanya hilang di JNE, tapi ga mau repot ya udah ga diperpanjang. Lalu ada juga temennya tetangga tadi tas fossil yang hilang di JNE.

Saya nulis inipun karena ada temen yang laporan tas temennya ga ada kabar kejelasan setelah dikirim pake JNE.

Saya sih masih bertahan pake JNE karena sistemnya masih lebih baik dari yang lain. Tapi harapannya ada internal control yang baik sehingga para pegawai JNE ga main-main dengan mengambil barang konsumen.



Kejadian di JNE semarang misalnya, pegawai JNE ditangkap polisi karena mencuri smartphone milik konsumen. INi bisa terjadi di ekspedisi mana saja sih. Niat saya ini biar bisa bantu kawan-kawan yang menemui masalah yang sama di JNE.

Kedua, syukur-syukur ada pejabat JNE yang baca, bisa jadi instropeksi dan evaluasi ke internal JNE. Moga-moga harapan saya terkabul semua dah..

Oleh IDC (Nulis habis fitness, wkwkwkwk)
Sumber Gambar Eksklusif koleksi dunx

You Might Also Like

3 comments

  1. mantap..
    dapet tas nya ga mudah
    dapet paketnya pun penuh halangan rintangan
    hahaha
    selamat ya, ga jadi diganti 90 rebu

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah berbagi pengalaman, Mas. Iya. Semoga ada instrospeksi dan evaluasi ya dari pihak JNE. Serem juga kalau kirim barang mahal.

    BalasHapus

Follow My Twitter

Flickr Images