BOEING BISA MEMICU KONFLIK

17.10


Industri pesawat ini ga main-main. Indonesia via Lion menjadi perhatian dunia saat membeli ratusan pesawat Boeing dan Airbus. Kedua tanda tangannya bahkan dihadiri oleh pimpinan masing-masing negara.
Karena di AS misalnya, Boeing ini menyerap tidak kurang 250.000 tenaga kerja. Apalagi industri pesawat komersil AS praktis tinggal Boeing. McDonald Douglas dan lainnya sudah melebur ke Boeing. Industri pesawat tempur harus ditopang dengan penciptaan konflik di wilayah luar AS. Menjadikan industri padat karya ini sebenarnya ga bener2 settle.
Di saat yang sama Bombardier dari Kanada terus berbenah, mulai masuk dari pasar pesawat jet pribadi ke jet komersil. Terkahir Garuda bahkan membeli Bombardier CRJ1000 dan kemubgkinan CS300.
Lalu pasca Ethiopia Airlines jatuh, beberapa negara mengumumkan pelarangan terbang Boeing 737 Max 8. Memang sejak awal ada suara2 yang menyebut pesawat ini bermasalah. Kini dalam 5 bulan 2 kecelakaan dgn tipikal yang mirip pun terjadi.
Efeknya serius bagi dalam negeri AS. Dengan fakta ini, bisa saja sisa pesanan Boeing generasi 737 Max yang mencapai 4.700 unit dibatalkan. Bila ini terjadi jelas akan membuat kondisi ekonomi AS jatuh.
Dalam kebijakan politik negara2 maju, ada beberapa hal penting, seperti usaha2 menihilkan industri dirgantara negara lain. Indonesia salah satu korbannya pada 1998. Dalam salah satu poin syarat dana bantuan IMF, konon memasukkan klausul "penutupan" PT DI. 
Dalam pengakuannya, BJ Habibie mengungkapkan bahwa ada poin menghentikan proyek N250 saat Pak Harto dipaksa tanda tangan hutang IMF. Habibie mengaku sama sekali tidak diikutkan dalam proses perencanaan utang tersebut.
IPTN sendiri dulu didirikan Soekarno sebagai cita2 menyatukan nusantara. IPTN sendiri sebenarnya singkatan INDUSTRI PESAWAT TERBANG NURTANIO. Karena berbau orde lama, maka Soeharto memerintahkan mengganti Nurtanio dengan kata Nusantara (koreksi bila salah).
Sebegitu pentingnya industri pesawat terbang, yang juga membuat China sendiri termasuk lama untuk akhirnya bisa membuat pesawat sendiri.
Praktis hanya Brazil dengan Embraer dan Kanada dengan Bombardier yang mengikuti industri pesawat komersil dibelakang Boeing dan Airbus.
Sebagai orang yg mudah berprasangka, ijinkan saya bersuudzan akan segera hadir konflik baru. Pasca ISIS kehilangan seluruh wilayah di Suriah, sudah menunggu Aljazair yg sedang berkonflik menjelang pemilu. Bahkan tuduhan Al Qaeda bergerak disana sudah ramai dibincangkan oleh "pundit politik internasional". Terbaru Saudi sudah mencabut kewarganegaraan salah seorang anak Osama bin Laden.
Kenapa? AS sangat perlu alasan kembali berperang agar industri senjatanya jalan. Bayangkan penggunaan senjata di AS saja menjadi penyebab utama tingginya angka kematian, namun tetap dibebaskan. Apalagi hanya perkara membuat konflik di negara lain, tentu sangat mudah. Tapi itu semua berbalut demi kepentingan ekonomi dan politik AS. Bisa jadi, semoga tidak.

You Might Also Like

0 comments

Follow My Twitter

Fan Pages Facebook